5 Fakta Penyakit Hepatitis A yang Wajib Kamu Ketahui

Penyakit hepatitis A adalah infeksi liver atau hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Penderita penyakit ini biasanya tertular virus melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi tinja atau kotoran dari orang yang telah terinveksi penyakit ini. Jadi, penyakit hepatitis A sangat berhubungan dengan air atau makanan yang tidak bersih, sanitasi yang kurang baik serta kebersihan individu tersebut.

Berbeda dengan penyakit hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis serta jarang mengancam nyawa. Namun, penyakit ini dapat menimbulkan gejala yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat juga mengakibatkan hepatitis fulminan (gagal hati akut) yang seringkali berbahaya.

Penyakit hepatitis A merupakan penyakit yang mewabah dan epidemik di seluruh dunia, serta dengan kecenderungan terjadinya siklus yang berulang (rekurensi). Virus ini dapat bertahan di luar tubuh, serta dapat bertahan dalam proses produksi makanan yang seharusnya dapat mematikan patogen.

Agar lebih paham mengenai penyakit ini, berikut akan kami ulas mengenai fakta-fakta penyakit hepatitis A yang wajib kamu ketahui. Simak yuk, Dears!

1. Gejala penyakit hepatitis A

Pict by. Klikdokter.com

Masa inkubasi dari penyakit ini adalah 14 sampai 28 hari, dan gejalanya pun beragam mulai dari yang ringan hingga berat paling berat. Gejala tersebut diantaranya, demam, lemas, nafsu makan hilang, diare, mual, perut tidak enak, air kemih berwarna berat dan ikterik atau kulit pada bagian putih mata menguning. Namun, tidak semua penderita akan mengalami semua gejala tersebut.

Biasanya orang dewasa yang terjangkiti penyakit ini akan mengalami gejala tersebut, berbeda dengan anak kecil yang lebih jarang mengalami gejala tersebut.

2. Siapa saja yang berisiko?

Pict by. halodoc.com

Siapa saja yang belum pernah menerima vaksin serta belum pernah terjangkiti penyakit hepatitis A sebelumnya berpotensi terinveksi virus ini. Selain itu, di daerah yang merupakan endeminitas tinggi atau dimana virus ini banyak tersebar, kebanyakan yang terserang virus ini adalah anak-anak.

Sedangkan faktor penyebab untuk daerah endeminitas rendah, resiko terkena virus ini biasanya disebabkan karena saninasi yang buruk, ketersediaan air bersih yang kurang, penggunaan obat dan alat suntik yang tidak sesuai standar, serta perjalanan ke daerah endeminitas tinggi tanpa melakukan vaksin terlebih dahulu.

3. Diagnosis

Pict by. Medical News Today.com

Penyakit hepatitis A secara secara klinis tidak dapat dibedakan dengan hepatitis akut karena virus lain. Diagnosis yang spesifik dilakukan dengan menemukan imunoglonulin spesifik terhadap virus ini. Selain itu, ada juga pemeriksaan yang lebih rumit yaitu dengan menemukan RNA (molekul primer) virus hepatitis A dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) yaitu metode perbanyakan DNA secara enzimatik tanpa menggunakan organisme.

4. Terapi

Pict by. Klikdokter.com

Terapi untuk penyakit hepaitis A tidak ada yang spesifik dan proses penyembuhannya pun memerlukan waktu beberapa minggu aau beberpa bulan. Hal yang paling penting yang perlu kamu perhatikan adalah, hindari obat-obat yang tidak diperlukan seperti obat penurun panas dan obat anti muntah.

Perawatan di rumah sakit tidak diperlukan jika tidak ada gejala yang mengarah kepada gagal hati akut. Lakukan terapi dengan cara menjaga keseimbangan nutrisi, termasuk penggantian cairan yang hilang akibat diare dan muntah.

5. Pencegahan

Pict by. ibupedia.com

Untuk mencegah terinfeksi penyakit ini yaitu dengan cara melakukan perbaikan sanitasi, kebersihan makanan, serta cara yang paling tepat yaitu dengan melakukan imunisasi untuk mencegah penyakit hepatitis A. Sedangkan untuk mencegah penularan dari penyakit hepatitis A dapat dilakukan dengan memastikan ketersediaan air bersih, pembuatan saluran pembuangan yang sesuai standar, serta kesadaran kebersihan masing-masing individu seperti kebiasaan mencuci tangan dengan sabun.

Vaksin untuk mencegah penyakit hepatitis A sebenarnya sudah tersedia, namun pemerintah belum memasukaannya dalam imunisasi wajib. Nah, dengan mengetahui beberapa fakta mengenai penyakit hepatitis A tersebut, diharapkan agar kamu paham mengenai cara pencegahan serta penanganan penyakit ini. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *