5 Dampak yang Ditimbulkan jika Anak Sering Mendapat Ancaman untuk Membuatnya Jera

Dears, anak merupakan aset paling berharga yang dimiliki oleh orang tua. Anak bisa menjadi penurut, senang memberi, hingga menjadi keras kepala, itu semua tergantung dari didikan orang tuanya, terutama ibu.

Di masa awal tumbuh kembang, anak kerap kali mencoba melakukan hal-hal baru yang terkadang membahayakan bagi dirinya sendiri. Meski sudah dilarang, tetap saja diulangi melakukan hal yang sama. Itu memang wajar ya, Dears, karena sifat keingintahuannya sangat besar terhadap benda-benda baru di sekelilingnya.

Terkadang, banyak para ibu membentak, mengancam, hingga “main tangan” dengan anaknya untuk membuat si anak jera saat melakukan hal yang kurang tepat. Nah, dengan didikan seperti itu, apa tidak berdampak terhadap perkembangan si anak? Tentu saja ada dampaknya jika anak sering mendapat perlakuan tidak mengenakkan berulang kali dari orang tuanya.

Berikut dampak yang terjadi pada anak jika kita sering mengancam untuk membuatnya jera, Dears. Sebelum menyesal, sebaiknya kurangi dan bahkan hindari mendidik anak terlalu keras.

1. Kebebasan Anak Berkurang

Foto: Pexels

Hal pertama yang dipikirkan anak ketika sering diancam ataupun dimarahi orang tuanya ketika berbuat sesuatu adalah merasa kebebasannya dibatasi. Jika kebebasannya untuk mencoba hal-hal baru dibatasi, tentu si anak akan mencoba berbagai cara yang bisa saja lebih berbahaya untuk bisa keluar dari aturan yang diterapkan orang tuanya.

2. Anak Merasa Tertekan

Foto: Pexels

Jika memiliki anak dengan tipe penurut dan tidak mau melawan, saat dilarang atau bahkan diancam melakukan hal yang salah akan merasa tertekan. Dampak dari perasaan tertekan ini bisa memengaruhi kondisi anak yang bisa depresi karena terlalu memikirkan perkataan orang tuanya.

3. Anak Cepat Marah-Marah

Foto: Pexels

Kalau sebelumnya anak menjadi tertekan karena sifatnya yang penurut, maka berbeda dengan tipe anak yang mulai bisa membantah dan berargumen balik. Karena sering dimarahi ataupun dilarang melakukan ini dan itu terus, anak juga akan merasa bosan dan ingin membantah, sehingga sifat si anak mudah marah ketika ada yang mengganggu kenyamanannya.

4. Keras Kepala dan Sering Membantah

Foto: Pexels

Selain mudah marah, akibat kondisi yang sering diancam ini itu oleh orang tuanya justru menjadikan si anak keras kepala dan sering membantah. Bukannya menjadi jera dan penurut, justru sebaliknya. Kemungkinan besar juga akan berpengaruh dan menghambat interaksi sosialnya di sekolah.

5. Melakukan Hal Serupa di Masa Depan

Foto: Pexels

Dampak dari kebiasaan sering mengancam dan memarahi anak bukan saja berdampak pada kondisi dan sifat anak saat ini. Bisa saja anak akan terus mengingat hal-hal yang membuatnya merasa tertekan dan tidak diberi kebebasan. Maka, ia juga akan melakukan hal serupa kepada anaknya kelak dan kebiasaan buruk dengan mengancam anak untuk membuat jera akan terus dilakukan.

Banyak cara yang bisa dilakukan jika ingin membuat anak jera dan tidak mengulangi hal serupa. Tidak hanya dengan cara keras seperti mengancam, memarahi hingga membentak, tetapi dengan perkataan yang halus dan sikap perhatian kepada anak. Jika orang tua mampu melakukannya dengan tepat, pasti anak juga akan menuruti perkataan orang tuanya tanpa perlu dimarahi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *