5 Cara Tepat Meredam Kecemburuan Antar Saudara

Dears, mempunyai saudara pasti seru, ya, membuat kita tidak merasa sendiri dan membuat suasana di rumah jadi ramai. Namun hal ini justru kebalikannya jika dialami oleh anak kecil, memiliki adik menjadi hal yang menyebalkan. Alih-alih selalu rukun dan berbagi, justru seringkali bertengkar bahkan hanya karena masalah-masalah sepele.

Nah, sebagai orangtua tentunya kita mengharapkan anak-anak saling mendukung dengan saudaranya satu sama lain hingga tua nanti, terutama di masa depan saat kita tak bisa lagi mendampingi mereka. Harus diakui, bahwa kecemburuan antar saudara di masa kanak-kanak adalah hal yang tak bisa dihindari.

Lalu, bagaimana seharusnya untuk meminimalisir konflik dan kecemburuan antar saudara ini agar tidak berlarut-larut sampai mereka dewasa? Berikut 6 tips yang bisa diterapkan. Simak, yuk, Dears!

1. Jalin ikatan sejak sebelum lahir

Pict by. LINE Today

Langkah pertama serta paling penting untuk meminimalisir kecemburuan antar saudara kandung yakni dengan membangun ikatan sejak sang Adik masih dalam kandungan. Kenalkan bayi yang belum lahir itu kepada kakaknya yakni dengan cara melibatkan sang Kakak dalam proses menuju kelahiran sesering mungkin. Termasuk dengan cara menunjukkan foto-foto USG sang Adik, membiarkan Kakak ikut merasakan tendangannya, bahkan dengan mengajak Kakak mengobrol dengan sang Adik yang masih dalam kandungan.

Meskipun tampak tidak mungkin, nyatanya hal tersebut dapat merangsang janin mengenali suara kakaknya setelah kelahiran. Sehingga sang Kakak juga akan merasa punya ikatan batin yang erat terhadap sang Adik.

2. Jangan melupakan kehadiran sang Kakak

Pict by. klikbayi.com

Saat sang Adik lahir, biasanya tanpa disadari seluruh perhatian keluarga tercurah padanya. Nah, perubahan situasi ini bisa membuat sang Kakak merasa tersisih, lho, Dears. Jadi, untuk itu sebaiknya orangtua perlu melibatkan sang Kakak dalam kegiatan sehari-hari.

Sesederhana memilihkan baju mana yang akan dipakai oleh sang Adik hari ini, membiarkan Kakak menyuapi MPASI Adik, di bawah pengawasan Mama, tentunya, ya, Dears.

Dengan memberikan peran kepada Kakak untuk membantu Mama ini, dapat membuat sang Kakak akan punya rasa sayang dan tanggungjawab terhadap adiknya.

3. Dorong anak saling menjaga dan berempati

Pict by. ParentingCenter.id

Dears, sejak dini anak-anak tentunya harus diajarkan tentang empati dan saling menjaga sejak kecil. Jadi, dorong mereka untuk saling menjaga sehingga jika salah satu saudara sedang merasa kesal, maka minta yang lain menghiburnya.

Jika salah satu ada yang terluka, biarkan yang lain membantu untuk merawat luka dan menenangkannya.

Selain itu, bisa juga dengan mendorong sang Kakak untuk menemani sang Adik tidur siang, bagaimana cara mengikat tali sepatu atau hal-hal lain yang dapat memperkuat ikatan antar keduanya.

4. Hindari membandingkan satu sama lain

Pict by. Parentalk

Nah, hal berikutnya yang paling sering menjadi penyebab kecemburuan antar saudara yakni rangtua secara tidak sadar dan tidak sengaja menciptakan persaingan antar saudara kandung dengan membandingkan satu anak dengan yang lainnya. Contohnya, “Kenapa Adik tidak bisa menurut seperti Kakak?” atau “Tuh, punya Adik lebih bagus.” Ingatlah, Dears, bahwa setiap anak itu unik, setiap anak punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Hal tersebut hanya akan menyebabkan anak frustrasi, bahkan dapat memicu permusuhan dalam keluarga hingga dewasa. Pujilah masing-masing anak secara adil, begitu pula tegur anak akan kesalahannya sendiri, tanpa melibatkan anak yang lain.

5. Biarkan mereka menyelesaikan pertikaiannya sendiri

Pict by. Tribunnews.com

Sampai pada batas tertentu, biarkan anak-anak menyelesaikan perbedaan pendapat mereka sendiri. Bahkan bila perlu, beri ultimatum, jika mereka tidak menyelesaikan masalah dalam 5 menit, maka Mama yang akan mengambil mainan yang diperebutkan sehingga mereka berdua sama-sama tidak bisa memainkannya.

Memecahkan masalah merupakan salah satu cara terbaik untuk menciptakan rasa empati dan membangun rasa saling menghormati. Kamu harus tahu kapan harus terlibat aktif dan kapan cukup mengamati dari kejauhan sementara anak-anak belajar menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Dears, salah satu hal penting yang harus ditanamkan sejak kecil adalah teman mungkin datang dan pergi, namun saudara dan keluarga tetap dekat selamanya. Semoga menginspirasi ya, Dears.

 

Featured image: Photo on Pexels
*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *