5 Cara Mengajar Asyik yang Bikin Siswa Tak Terusik

 

Apa sih yang  bikin murid tak terusik ketika belajar? Ternyata, penyampaian dari guru dengan cara mengajar asyik yang jadi jawabannya.

Faktanya, dewasa ini masih banyak pengajar yang masih suka menggunakan bahasa  kasar, sehingga kurang mendidik. Mereka terkadang lupa bahwa siswa itu adalah gelas kosong yang siap diisi, bukanlah objek pelampiasan kekesalan atau lainnya yang membuat siswa gelisah. Nah, bagaimana sih, 5 cara mengajar asyik yang bikin siswa tak terusik? Simak yuk, Dears!

1. Tidak Menggunakan Kata “Harus”

Mengapa tidak boleh menggunakan kata “harus”? Karena kata harus memiliki makna saklek, tidak bisa diubah. Lalu kata apa yang digunakan sebagai pengganti kata harus? Gunakan kata “seharusnya” atau “sebaiknya”. Dengan begitu siswa merasa diberi kesempatan untuk mengaplikasikan pemikirannya.

2. Meminimalisasi Kata Kasar

Sebagai seorang guru, memang sudah semestinya meminimalisasi kata-kata kasar, seperti: goblok, tuli, kurang ajar dan lain-lain, apapun kondisi guru saat itu. Sebaiknya, kata-kata tersebut diganti dengan kata kurang pandai, kurang rajin belajar, kurang fokus sehingga tidak mendengar, dan lain-lain.

3. Menegur Menggunakan Kata yang Tidak Menyinggung Perasaan

Seorang guru apabila melihat siswa nakal, tidak taat aturan, biasanya akan marah dan kesal. Hal itu bukan karena dendam atau benci, tetapi sebagai bentuk kasih sayang kepada siswa. Jika ada siswa yang salah, maka tegurlah dengan kata atau kalimat yang tidak menyinggung perasaan. Misal, ada anak yang sering terlambat padahal sudah diingatkan, maka cara menegurnya bisa seperti ini. “Jika kamu terlambat karena bangun kesiangan, mulai sekarang atur jadwal tidurmu, supaya besok tidak terlambat lagi.”

4. Tidak Mudah Menyalahkan Siswa

Ketika guru mengajar dan memberi pertanyaan pada siswa, terkadang ada yang berani menjawab meski salah, sebaiknya tidak langsung menyalahkan, tetapi berkata, “Jawabanmu kurang benar atau kurang lengkap”. Dengan begitu, siswa merasa usahanya dihargai.

5. Mendengarkan Penjelasan Siswa saat Dia Bersalah

Tidak ada salahnya sebagai pengajar memberi kesempatan pada siswa menjelaskan alasan mengapa siswa berbuat kesalahan. Dengan begitu, siswa akan merasa sangat dihargai. Sisi baik lainnya, guru akan tahu siswa yang benar-benar salah dan mana siswa yang tertuduh bersalah

Nah, setelah kita ketahui penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, mengajar dengan “bahasa indah” itu, artinya dalam menyampaikan materi, memberi teguran, membenarkan jawaban yang salah, atau bahkan kalimat yang salah, dengan menggunakan bahasa yang tidak menyinggung perasaan dan membuat siswa merasa dihargai. Pasti menyenangkan bukan, jika anak-anak bisa berlama-lama dengan kita di dalam kelas?

Yuk, Dears, untuk kamu yang berprofesi sebagai pengajar, segera coba 5 cara mengajar asyik yang bikin siswa tak terusik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *