Hindari Emosi Tak Terkendali, 5 Cara Ini Membuatmu Memiliki Emosi yang Stabil

Dears, dalam hidup ini kita memang akan menghadapi berbagai masalah yang datang. Masalah yang demikian banyak terkadang membuat kita menghadapinya dengan berbagai gejolak emosi. Sebenarnya melibatkan emosi adalah hal yang wajar karena emosi adalah reaksi alami saat kita menghadapi berbagai kondisi.

Namun yang menjadi masalah, apabila reaksi itu terungkap dalam perasaan yang meluap-luap. Contohnya, jika merasa kecewa akan terlihat selalu muram terus-menerus. Jika sedang marah menumpahkannya dengan amarah yang meledak-ledak. Saat sedang kesal bisa mengeluarkan kata-kata yang kasar dan yang lebih parah sampai pada tindakan yang berlebihan, misalnya memukul tembok, memecahkan kaca, atau melemparkan sesuatu benda. Jika ini terjadi tentunya akan berdampak tidak baik. Emosi yang tidak stabil ini dapat menimbulkan berbagai masalah yang berpengaruh terhadap kesehatan jiwa maupun ragamu.

Dears, mengendalikan emosi memang tidak mudah, namun kita harus berusaha demi kebaikan diri kita sendiri. Beberapa tips ini bisa kamu lakukan agar bisa memiliki emosi yang terkendali.

1. Menenangkan Diri

Foto: Pexels

Untuk meredam emosi kamu harus membuat dirimu tenang. Hindari rasa panik ketika berhadapan dengan sebuah masalah. Coba tarik napas dalam-dalam, lalu hembuskan. Kamu bisa mengulangi beberapa kali sehingga merasakan emosi yang mulai menurun. Setelah itu, kamu akan menjadi lebih tenang.

2. Menceritakan Masalahmu kepada Orang Lain

Foto: Pexels

Emosi yang tidak terkendali bisa disebabkan oleh beban masalah yang menumpuk hingga membuat dada terasa sesak. Apa pun masalahmu jika kamu bisa bercerita kepada orang lain yang bisa dipercaya, hal ini akan membuatmu lebih lega. Apabila kamu sudah merasakan hati yang lega akan lebih mudah mengendalikan emosi. Manusia memang selalu membutuhkan orang lain yang bisa mendengarkan masalahnya sehingga beban dalam pikirannya berkurang dan tidak menumpuk, yang bisa menjadi pemicu emosi yang meluap-luap.

3. Memberi Toleransi dan Memaafkan

Foto: Pexels

Emosi dapat terkendali apabila kamu bisa memberi toleransi yang lebih pada orang lain yang mungkin sudah membuatmu marah, kesal dan kecewa. Kamu harus bisa memaklumi mengapa ia membuatmu marah dan kecewa. Anggap saja itu semua bukan kesengajaan. Mungkin ia terpaksa atau ada penyebab lain yang membuatnya tidak dapat menghindari kesalahannya yang berefek pada ketidaknyamanan dirimu. Maka berpikirlah untuk memaafkannya sehingga hatimu akan menjadi tenang.

4. Selalu Berpikir Positif

Foto: Pexels

Jika mengikuti hawa nafsu memang kita ingin meluapkan segala gejolak hati karena kekesalan, kekecewaan, ataupun kemarahan. Berpikirlah bahwa itu tidak memberikan efek yang baik. Mari menyikapi suatu keadaan yang tidak nyaman dengan tetap optimis bahwa keadaan akan selalu berubah dan menjadi lebih baik. Termasuk terhadap orang-orang yang membuatmu tidak nyaman. Anggap saja dengan kesalahan-kesalahan mereka kamu bisa jadi akan menemukan hal-hal yang lebih baik. Jadi tidak ada gunanya marah dan kesal berlebihan. Justru akan merugikan dirimu sendiri.

5. Introspeksi Diri

Foto: Pexels

Jika kamu sangat kesal dan marah pada orang lain karena berbuat salah kepadamu, cobalah kamu introspeksi diri. Bisa jadi kamu juga melakukan kesalahan. Atau kamu pernah juga melakukan kesalahan terhadap orang lain? Jika ia sangat marah terhadapmu bagaimana perasaanmu? Introspeksi diri bisa membuatmu bercermin bahwa tidak ada manusia yang tidak pernah salah. Maka tidak pantas kalau harus marah berlebihan pada orang yang berbuat salah padamu, mengecewakan dan menyebabkan kamu kesal.

Dears, sudah seharusnya kita menjaga hati dan pikiran kita agar tidak terpancing emosi berlebih. Kestabilan emosi akan membuat kita bisa lebih tenang dan sehat, baik mental maupun fisik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *