atur lemari dapur

5 Cara Efektif Atur Lemari Dapur, Mudah dan Praktis!

Pernah kesal karena cari parutan keju di laci dapur nggak ketemu? Atau bingung karena sendok kesayangan si kecil tiba-tiba raib entah ke mana? Atau kesulitan cari gelas ukur yang hilang saat lagi hectic menyiapkan bahan untuk baking? Jangan khawatir, kamu tidak sendiri menghadapi dapur yang berantakan. Kabar baiknya, Estrilook punya solusinya, lho!

Menurut penelitian, sebagian wanita memang suka mengoleksi apa pun, dalam hal ini peralatan masak, lebih banyak daripada yang digunakan sehari-hari. Jadi sebenarnya yang digunakan ya itu-itu saja, tapi kok koleksinya di lemari dapur banyak banget, ya? Tak heran jika penimbunan barang pada wanita lebih sering terkonsentrasi di area dapur dan lemari.

Setelah melihat kondisi dapur sudah tak tertolong lagi, apa yang bisa dilakukan untuk membuat dapur kita secantik dapur chef-chef terkenal saat acara memasak di TV? Bereskan atau atur ulang saja, Dears. Simak cara efektif untuk melakukannya.

1. Tentukan target area yang akan kita bersihkan atau atur ulang

atur lemari dapur
Foto: Pexels.com

Misalnya kita memilih akan membersihkan dan mengatur ulang area laci. Biasanya area berbentuk laci memang lebih sering menjadi tempat penimbunan barang daripada lemari dengan model pintu biasa (tidak berbentuk laci). Mengapa demikian, karena bentuk laci yang menyerupai wadah (berdinding di keempat sisinya) memungkinkan kita memasukkan barang dengan mudah, menutupnya, dan semua tampak rapi dalam hitungan detik, tapi kita tak melihat penampakan di dalam laci yang berantakan bak kapal pecah.

Langkah pertama, keluarkan semua barang dari area yang akan dibersihkan, dalam hal ini laci. Keluarkan laci dari rangka lemarinya juga jika memungkinkan. Bersihkan laci, lap dengan cairan desinfektan, kemudian jemur hingga benar-benar kering. Pada lemari yang sulit dilepas untuk penjemuran, lakukan pengeringan dengan lap microfiber dan hairdryer jika diperlukan. Hal ini dapat mencegah laci dihuni oleh hewan-hewan kecil penyebab bau tidak sedap yang menjijikkan.

2. Buat tempat transit barang untuk sementara

atur lemari dapur
Foto: Pexel.com

Sediakan 3 dus kosong. Dus pertama untuk barang yang kamu sukai dan masih akan digunakan, dus kedua untuk barang rusak yang sudah saatnya dibuang, dan dus ketiga untuk barang yang bisa disumbangkan (kondisi masih layak pakai tetapi sudah lama kamu tinggalkan karena sudah ada barang lain yang fungsinya sama).

3. Jangan baper, sortir semua barang

atur lemari dapur
Foto: Pexels.com

Nah, nomor 3 ini yang kadang bikin baper! Sortir semua barang, pilah-pilah ke dalam 3 dus yang sudah kamu siapkan tadi. Barang yang sudah tidak kamu gunakan dalam 3 bulan terakhir, tentunya jadi alasan tepat untuk dimasukkan ke dalam dus ketiga jika kondisinya masih bagus.

Misalnya sendok sayur kesayangan berwarna pink sudah lama kamu tinggalkan karena sudah punya dua sendok sayur lain berwarna biru dan hitam. Pisau lama yang sudah berkali-kali diasah namun tetap tumpul, bisa jadi penghuni dus kedua. Atau bumbu masak yang sudah terlewat tanggal kadaluarsanya, tanpa ampun langsung masuk ke dus kedua juga.

4. Gunakan sekat

atur lemari dapur
Foto: Pexels.com

Siapkan potongan dus bekas, ukur sesuai ukuran laci, kemudian gunakan sebagai penyekat di dalam laci. Alternatif lain, gunakan wadah-wadah kecil berbahan plastik (kotak-kotak kecil semacam lunch box namun tanpa tutup) yang banyak dijual di toko untuk menjadi kompartemen kecil dalam laci asalkan ukurannya sesuai. Kamu bisa mengkreasikan sendiri bagaimana bentuk penyekat kesukaanmu, Dears.

5. Atur barang sesuai jenis dan dimensinya

atur lemari dapur
Foto: Pexels.com

Kemudian masukkan barang-barang dari dus pertama ke dalam masing-masing kompartemen kecil yang sudah disiapkan tadi. Misal mangkuk dalam kompartemen sendiri sesama mangkuk, tutup gelas dalam kompartemen sendiri, sendok makan dalam kompartemen sendiri terpisah dengan kompartemen garpu. Bedakan penyimpanannya berdasarkan jenis barang dan atau dimensi bentuknya (lingkaran atau persegi panjang).

Untuk penyimpanan bumbu dapur, gunakan toples atau wadah yang bening sehingga kamu dapat melihat apa isinya tanpa membuka tutup toples. Hal ini untuk memudahkan kamu dalam mencari jenis bumbu tertentu dan saat kamu mengecek sudah habis atau belum dalam rangka membuat daftar belanja bulanan. Jadi kamu perlu membuka toples satu persatu.

Dalam penyimpanan panci, gunakan rak susun vertikal agar lebih hemat tempat dan antar panci tidak saling menggores. Estrilookers pastinya tidak ingin koleksi panci mahalnya tergores hanya karena penyimpanan yang kurang tepat.

Lain halnya untuk penyimpanan bahan makanan kering seperti tepung atau mie. Gunakan kontainer plastik kedap udara berwarna putih bening, agar stok makanan kering kamu tetap awet, mudah terlihat, dan tidak dihinggapi semut.

Nah, setelah semua selesai, segera buang isi dus kedua dan donasikan isi dus ketiga kepada orang-orang yang membutuhkan. Dengan begitu, kamu akan merasa lebih bahagia karena isi lemari dapur tertata rapi dan tidak membuang-buang waktu untuk mencari barang yang terselip entah ke mana. Selain itu, kamu juga akan merasa bahagia karena dapat menyumbangkan barang kepada sesama yang lebih membutuhkan. Ibaratnya sekali merengkuh dua tiga pulau terlampaui, dapur bersih, nyaman sekaligus berbagi pada orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *