5 Cara Asyik Agar Menjadi Ibu yang Dirindukan

Pernahkah kita berpikir, anak-anak kita sebenarnya membutuhkan kehadiran kita atau tenaga kita? Atau keduanya?

Menjadi ibu adalah keniscayaan bagi setiap perempuan yang menikah dan punya anak, Dears. Waktu yang menjadikannya terus berproses menjadi baik. Tidak ada ibu yang menjadi baik secara instan. Dimulai dari pendidikan orang tuanya sejak lahir, lingkungan yang melingkupinya, hingga suami yang menaunginya. Ketika telah memiliki anak, ibu adalah teladan terbaik bagi anak-anaknya.

Adalah kebahagiaan tersendiri bila kasih sayang tulus ibu berbalas bakti anak-anak. Namun tak jarang, ibu mendapatkan kenyataan yang berbeda. Anak-anak kadang mengharap ibunya sekadar ada saja. Sekadar untuk memenuhi kebutuhannya, sekadar untuk diperintah. Bayangkan bila ibu mengalami hal pahit semacam itu, bahkan berlangsung hingga anak beranjak dewasa. Sungguh memilukan. Semua jerih payah seolah tak berguna. Setiap ibu ingin menjadi yang dirindukan. Bagaimana mewujudkannya?
Mari simak cara asyik berikut ini ya, Dears.

1. Tidak Suka Mengomel

Sudah jamak diakui tabiat ibu adalah suka mengomel. Ibu memang sering melampiaskan segala rasa kesal dengan mengomel. Mengapa mengomel? Karena dengan mengomel tak sedikit ibu menjadi puas. Padahal kata-kata saat mengomel adalah kata-kata yang tidak produktif, mengandung keluhan, dan amarah lho, Dears.
Belajar melampiaskan kekesalan dengan baik adalah cara bijak menghilangkan kebiasaan mengomel. Menyampaikan segala hal dengan cara yang baik harus selalu diupayakan.

2. Menjadi Teladan Terbaik Bagi Anak

Orang tua terutama ibu adalah guru terbaik bagi anak selama di rumah. Anak belajar menyayangi, sopan santun, konsisten, jujur, mandiri, dan semua keterampilan hidup dari ibu yang senantiasa merawat sepanjang waktu. Selalu menjaga diri dari segala perkataan dan perbuatan buruk akan menjadikan ibu teladan terbaik bagi anak.

3. Tidak Suka Menyalahkan Anak

Kita sering khilaf memaksakan kehendak kepada anak. Kecenderungan kita adalah tidak menghargai perbedaan pendapat dengan anak. Terburu-buru menyalalahkan tanpa memberi ruang bagi anak berargumen. Hal ini akan membuat kepercayaan diri anak luntur, dan kemauan berbuat baikpun berkurang karena takut disalahkan.

4. Selalu Mengutamakan Kepentingan Anak di Atas Kepentingan Pribadi

Ibu seringkali terlalu asyik dengan dunianya, sehingga lupa bahwa anak adalah sosok yang selalu haus perhatian dan pendampingan. Kasih sayang ibu seharusnya diimplementasikan berupa kemauan mengutamakan kepentingan anak di atas kepentingan pribadi. Boleh-boleh saja kita berkarir di ranah publik, menekuni hobi, aktif di organisasi, atau memiliki “me time” bersama teman-teman, tapi tetap harus menuntaskan dulu kewajiban di rumah. Urusan keluarga harus diutamakan dibanding urusan lain.

5. Tidak Menuntut Pamrih

Menjalani tugas sebagai ibu seharusnya dilandasi keikhlasan dan ketulusan, bukan dengan pamrih. Anak akan merasakan ketulusan ibu menjalari ruang-ruang di hati mereka dan mendatangkan ketenangan sepanjang waktu.

Tak ada yang sulit bila kita selalu berusaha ya, Dears. Tak ada kata tak mungkin bila kita mengupayakan. Menjadi ibu yang dirindukan adalah dambaan setiap perempuan.

Sumber Foto: Momonganak.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *