5 Aksi Cinta Lingkungan yang Buktikan Kamu Sungguh Sayang Bumi. Sudah Ikut Serta, Dears?

Sampah plastik menjadi masalah klasik yang terus menghantui. Pasalnya, limbah jenis ini tidak mudah terurai. Kepraktisan, harga yang relatif murah, ditambah awetnya segala jenis barang berbahan plastik membuatnya masih jadi pilihan utama banyak orang.

Di balik keunggulannya, barang-barang plastik ternyata berpotensi merusak lingkungan. Tidak heran, ya, Dears kalau akhir-akhir ini bermacam aksi cinta lingkungan pun bermunculan. Keep scrolling untuk mengintip beberapa aksi cinta lingkungan sebagai bukti rasa sayang kepada bumi!

1. Circular Beauty

Foto: Pexels

Pernah menggunakan produk skin care yang terbuat dari sampah organik? Membayangkan saja enggan, ya. Tetapi demikianlah konsep circular beauty. Banyaknya sampah makanan yang tergolong dalam limbah organik mendasari hadirnya gerakan ini. Circular beauty ialah gerakan pemanfaatan sampah organik, terutama limbah makanan menjadi beragam produk kecantikan yang pastinya lebih ramah lingkungan, Dears.

Jangan beranggapan bahwa limbah yang digunakan adalah sampah bekas orang. Circular beauty memakai bahan-bahan tidak layak jual baik itu sayuran atau buah dari supermarket, sisa gilingan kopi dari coffe shop, hingga sisa kelopak bunga dari penjual bunga yang biasa dipakai pada pesta perkawinan. Beberapa brand kecantikan pendukung gerakan circular beauty antara lain, MontaMonta yang memakai  sisa kopi dalam produk Sage and Coffee Body Scrub atau Beauty Kitchen yang menggunakan sisa buah dan sayur dari usaha jus untuk diolah menjadi Berry British Sustainable Beauty Oil.

2. Zero Waste Life Style

Foto: Pexels

Gerakan yang satu ini pasti tidak asing lagi di telingamu. Yaps, gaya hidup minim sampah atau populer dengan sebutan zero waste life style yang digagas oleh seorang wanita asal Amerika Serikat bernama Lauren Singer,  sudah dilakukan banyak kalangan. Ragu untuk mencobanya atau takut tidak bisa melakukan gaya hidup ini dengan maksimal? Sebaiknya singkirkan dulu pikiran negatif tersebut karena zero waste life style tidak seberat bayanganmu. Kamu dapat memulai dari hal kecil seperti mengubah kebiasaan sehari-hari. Sebagai contoh, membawa tas belanja nonplastik serta wadah makan sendiri, mengganti perabotan plastik dengan yang berbahan kaca atau kayu, hingga memilih kain sebagai alat pembersih alih-alih menggunakan tisu.

3. Bank Sampah

Foto: Pexels

Buang sampah sekaligus menambah pundi-pundi rupiah, mungkinkah? Hal ini sepintas seperti mimpi, namun pada kenyataannya bank sampah memang benar-benar ada, lo. Geliat kehadiran bank sampah sudah tampak di beberapa wilayah Indonesia seperti Bandung, Malang, hingga Jambi. Sayangnya, tidak semua jenis sampah diterima oleh bank sampah. Kamu harus memilah sampah organik dan anorganik terlebih dahulu sebab bank sampah hanya menerima sampah kering.

Selanjutnya, sampah anorganik tersebut dikumpulkan untuk dijual kepada petugas maupun pengepul yang telah ditunjuk. Masing-masing anggota bank sampah akan mendapatkan buku tabungan sehingga administrasi keuangan akan lebih transparan. Nantinya jumlah sampah yang disetorkan akan dikonversi ke rupiah sehingga mampu meningkatkan taraf ekonomi anggotanya. Wow, menjaga lingkungan sekaligus bikin gendut tabungan, asyik banget, ya!

4. No Straw Movement

Foto: Pexels

Selanjutnya adalah gerakan bebas sedotan plastik. Rasanya sulit minum tanpa sedotan, terlebih jika membeli minuman dari luar, ya. Namun tahukah kamu bahwa pemakaian sedotan plastik di Indonesia tergolong yang paling tinggi di dunia? Data Divers Clean Action mencatat bahwa pemakaian sedotan di Indonesia setiap harinya dapat mencapai 93.244.847 batang. Oleh sebab itu, sejak 2017 lalu mulai dicanangkan gerakan no straw movement. Demikian informasi yang disampaikan Swietenia Puspa Lestari, founder Divers Clean Action. Berani ikutan gerakan keren ini, Dears? Mulailah mengganti sedotan plastikmu dengan sedotan berbahan stainless steel, bambu, kaca, atau kertas.

5. Diet Kantong Plastik

Foto: Pexels

Berita matinya ikan paus di beberapa perairan seluruh dunia sempat heboh di jagat maya beberapa waktu lalu. Pasalnya ikan raksasa tersebut mati disebabkan oleh hal yang tak lazim. Di dalam perut paus ditemukan banyak sampah plastik, Dears. Diduga, tanpa sengaja ikan itu memakan limbah plastik yang mencemari perairan. Fakta tersebut menggugah berbagai kalangan untuk bergerak demi menyelamatkan lingkungan, salah satunya dengan gerakan diet kantong plastik. Jadi, jangan heran kalau kamu berbelanja di supermarket atau swalayan kini tidak lagi disediakan plastik atau harus membayar untuk satu kantong, ya.

Meminimalkan penggunaan segala barang yang terbuat dari plastik bisa dimulai dari diri sendiri. Buktikan kalau kamu benar-benar sayang bumi, Dears. Di antara beberapa aksi di atas, kamu sudah ikutan yang mana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *