4 Tradisi Budaya Unik Ini Hanya Ada di Jepara! Jadi, Kapan Kamu ke Sana?

Banyak hal menarik yang dapat kita temukan di Kabupaten Jepara. Di kota inilah pahlawan emansipasi wanita, R.A. Kartini dilahirkan. Menurut sejarah, hari jadi kota ini ditetapkan tanggal 10 April 1549. Hal ini mengacu pada kata Trus Karyo Tataning Bumi pada penobatan Ratu Kalinyamat sebagai pemimpin Jepara untuk pertama kalinya.

Selain memiliki banyak pantai dan panorama alam yang indah, aktivitas masyarakat Jepara juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik ataupun manca untuk berkunjung ke kota yang memiliki patung 3 putri ini. Apalagi aktivitas masyarakat dikemas dalam sebuah tradisi budaya yang unik dan menarik.

Dears, yuk, kita simak 4 tradisi budaya unik yang ada di Jepara tersebut.

1. Pesta Baratan

Pesta Baratan merupakan salah satu tradisi karnaval masyarakat Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, yang diadakan setiap tanggal 15 Ruwah atau 15 Sya’ban (bertepatan dengan Nisfu Sya’ban).

Pesta Baratan ini dikemas dengan mengusung iring-iringan Ratu Kalinyamat beserta pasukannya. Mereka membawa obor sambil meneriakkan yel-yel ritmis, “tong tong jik tong jeder, pak kaji nabuh jeder” dan sebagian yang lainnya melantunkan salawat Nabi.

Kata Baratan sendiri berasal dari bahasa Arab “baraah” yang berarti keselamatan, atau barakah yang berarti keberkahan.

2. Perang Obor

Perang Obor disebut juga obor-oboran. Ini merupakan upacara tradisional dari Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan. Perang obor ini rutin digelar setiap Senin Pahing malam Selasa Pon di bulan Dzulhijjah.

Prosesi bermula dari ritual pelepasan rombongan pasukan obor dari kediaman Kepala Desa Tegalsambi. Sesampainya di perempatan desa, sesepuh berdoa, sampai akhirnya satu obor yang terbuat dari pelepah  daun pisang itu disulut. Suara gemuruh penonton menggema saat api mulai membara.

Pasukan obor yang terdiri dari puluhan orang laki-laki itu terbagi menjadi dua kelompok. Setelah semua obor tersulut, mereka mendatangi lawan dan saling pukul memakai obor.

Meski saling serang, namun tak ada dendam antarpasukan obor tersebut. Perang pun usai setelah ratusan obor yang disediakan habis dalam waktu kurang dari satu jam. Usai perang, masing-masing peserta melumuri tubuh mereka dengan ramuan air kelapa yang telah dicampur dengan berbagai bunga untuk menyembuhkan luka bakar mereka.

3. Jembul Tulakan

Jembul Tulakan adalah tradisi budaya dalam acara sedekah bumi di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Jepara. Acara  tersebut digelar setiap Senin Pahing di bulan Apit (bulan Dzulkaidah) sebagai tanda syukur pada Allah Swt atas rezeki yang dilimpahkan pada penduduk Desa Tulakan.

Sedekah bumi ini diwujudkan dengan berbagai macam makanan kecil seperti gemblong dan tape, serta hasil-hasil pertanian seperti padi, kacang, jagung, ketela, pisang, kelapa, dll. Hal ini juga diselenggarakan sebagai langkah untuk mengingat laku tapa brata yang dilakukan Nyai Ratu Kalinyamat dalam menuntut keadilan atas kematian suaminya, Sunan Hadirin, yang dibunuh oleh Arya Penangsang.

Gunungan makanan kecil dan hasil-hasil pertanian tersebut diletakkan dalam 2 buah ancak dan di atasnya ditanamkan belahan bambu yang diirat tipis-tipis. Iratan bambu tersebutlah yang disebut jembul.

Jembul dalam bahasa Jawa berarti rambut. Tradisi ini digelar untuk mengingat sejarah Ratu Kalinyamat yang pernah ‘tapa wuda sinjang rambut’. Dalam tapa tersebut, Ratu Kalinyamat bernazar tidak akan mengakhiri pertapaannya sebelum keset memakai rambut (jembul) dan keramas dengan darah Arya Penangsang.

4. Prosesi Hari Jadi Jepara

Bulan April merupakan bulan istimewa bagi Jepara. Pada bulan ini ada 2 tradisi besar yang digelar. Pertama, Hari Kartini, yang juga diperingati oleh rakyat Indonesia setiap tanggal 21 April. Sedangkan hari istimewa yang kedua adalah prosesi hari jadi Jepara yang diperingati setiap tanggal 10 April.

Sejarah acara tersebut mengacu pada keberhasilan Ratu Kalinyamat  yang telah menjadikan Jepara sebagai kota yang makmur, kuat, dan masyhur. Berbagai rangkaian acara seperti Kirab Budaya Buka Luwur, Jepara Culture Festival, dan Fashion on The Street turut memeriahkan peringatan hari jadi Jepara setiap tahunnya. Salah satu tujuan dari acara ini adalah untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Jepara.

Nah, Dears itulah 4 tradisi budaya  unik yang dapat disaksikan ketika kamu berkunjung ke Kabupaten Jepara.

Jika masih penasaran, silakan saksikan dan kunjungi Jepara pada tanggal-tanggal tersebut di atas, ya. Selamat berkunjung ke Jepara, Dears.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *