3 Panduan Musim Dingin bagi Muslimah yang Wajib Kamu Pahami

Dears, sebagian wilayah Indonesia saat ini sedang mengalami musim kemarau. Tak jarang, suhu udara pun cukup rendah. Bahkan, di dataran tinggi Dieng, suhu bisa mencapai -11 derajat. BMKG mengatakan bahwa saat memasuki puncak musim kemarau, suhu udara bisa menjadi lebih dingin daripada saat ini.

Nah, apa saja sih yang sebaiknya kamu lakukan ketika musim dingin, terutama dalam kaitannya dengan masalah ibadah bagi seorang Muslimah? Yuk, kita kupas di bawah ini.

Berwudu di Musim Dingin

Foto: Pexels

Ketika suhu sangat dingin, biasanya kamu akan malas bersentuhan dengan air. Benar enggak, sih?

Masalahnya adalah, bagaimana kalau kamu hendak menunaikan salat dalam keadaan cuaca yang sangat dingin, apakah harus tetap berwudu ataukah cukup tayamum saja?

Syaikh Abdul Karim Al Khudhair pernah ditanya tentang bagaimana hukum salat tanpa berwudu ketika cuaca sangat dingin. Beliau menjawab bahwa jika seseorang terkena alergi dingin, sementara ia tidak bisa menghangatkan air untuk berwudu, maka dalam kondisi demikian ia diperbolehkan untuk tayamum. Namun, jika tidak ada bahaya yang akan dia alami ketika berwudu dengan air dingin, maka ia tetap wajib berwudu dengan air tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Maukah kalian aku beritahukan sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat kalian?”. Para sahabat menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah!”. Beliau bersabda, “Menyempurnakan wudu ketika kondisi sulit, memperbanyak langkah ke masjid, serta menunggu dari salat yang satu ke salat yang lain, karena itulah ribath, itulah ribath, itulah ribath” . (HR. Muslim)

Jadi, seandainya kamu tinggal di daerah kutub atau daerah yang sedang mengalami musim dingin yang ekstrem, ketika hendak salat Subuh, ternyata airnya sangat dingin. Sementara itu, kamu kehabisan bahan bakar untuk memanaskan air. Belum lagi jika memiliki alergi dingin saat bersentuhan dengan air. Nah, ketika keadaan sudah sangat darurat seperti itu, maka kamu diperbolehkan tayamum.

Mengusap Khuf

Foto: Pexels

Apa sih pengertian khuf? Khuf ini semacam kaos kaki yang menutupi kaki. Kita diperbolehkan mengusap khuf baik dalam perjalanan maupun saat muqim (tidak bepergian). Hal ini didasarkan pada hadis-hadis shahih yang mutawatir.

Lalu, apa kaitannya dengan musim dingin?

Kalau misal cuaca dingin dan kamu telah berwudu, kamu bisa menggunakan kaos kaki setelahnya. Lalu ketika hendak berwudu kembali, kita cukup mengusap khuf sebagai ganti membasuh kaki.

Bagaimana syarat mengusap khuf?

1. Memakai khuf dalam keadaan telah berwudu. Ingat ya, memakai khuf-nya setelah berwudu, BUKAN setelah tayamum.

2. Khuf yang kita pakai harus dalam keadaan suci dan tidak terkena najis.

3. Mengusap khuf hanya karena hadats kecil. Jadi, kalau misal junub atau ada sesuatu hal yang mewajibkan kita mandi, khuf-nya harus dilepas.

4. Mengusap khuf hanya dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketetapan syariat. Kalau seseorang berada di tempat kediamannya (muqim), maka ia boleh mengusap khuf-nya selama satu hari satu malam (24 jam). Adapun seseorang yang bepergian boleh mengusapnya selama tiga hari tiga malam (3×24 jam).

Apa saja hal-hal yang dapat membatalkan mengusap khuf?

1. Jika khuf dilepas dari kaki.

2. Jika pemakainya terkena kewajiban mandi seperti junub.

3. Jika khuf sobek dengan ukuran yang cukup lebar.

4. Jika masa mengusap khuf telah habis.

Bagaimana cara mengusap khuf?

Setelah berwudu sempurna lalu mengenakan khuf dan jika ingin berwudu kembali, cukup mengusap khuf sebagai ganti membasuh kaki.

Caranya, basahi tangan dengan air, kemudian usap bagian atas khuf yang dimulai dari bagian jari-jari kakinya hingga betis satu kali usapan. Tidak wajib mengusap bagian bawah dan bagian tumitnya.

Tidak Mencela Suhu yang Sangat Dingin

Foto: Pexels

Cuaca yang sangat dingin dan berlangsung secara terus menerus biasanya membuat sebagian orang merasa kesal, lalu mencelanya.

Misal, dengan mengatakan, “Duh, gara-gara dingin nih, jadi enggak bisa kemana-mana, deh”.

Ucapan seperti itu mengindikasikan kita tidak rida dengan cuaca dingin. Kenapa? Karena Allah-lah yang menciptakan udara dingin dan panas sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. Mencela hawa dingin berarti sama dengan mencela Penciptanya.

Perlu diketahui pula bahwa seorang yang mencela waktu bisa terjerumus ke dalam dosa, bahkan syirik akbar, lho. Jadi, jagalah selalu lisan kita. Bersabarlah. Nikmati saja apa yang ada.

Nah, Dears, itu dia panduan musim dingin untuk kita para muslimah. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *