Ini 3 Alasan Kenapa Daging Selain Ayam Tidak Boleh Dicuci saat Memasaknya

Dears, sebagai seorang wanita tentu tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan memasak. Ada banyak aturan yang harus kita ikuti saat memasak agar masakan yang dibuat lebih enak, bergizi dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Menyinggung permasalahan terkait memasak, ada yang harus diketahui ketika memasak daging. Ditambah sebentar lagi umat Islam akan merayakan Hari Raya Iduladha yang notabene-nya berhubungan dengan daging.

Tahap pertama pengolahan bahan yang dijadikan hidangan pasti melewati proses pencucian. Karena dengan mencucinya bisa menghilangkan bakteri, kotoran dan serangga kecil yang masih menempel. Akan tetapi, berbeda halnya dengan pengolahan daging. Untuk daging, selain daging ayam tidak dianjurkan untuk mencucinya sebelum dimasak.

Berikut alasan mengapa daging tidak dianjurkan dan bahkan dilarang untuk dicuci sebelum diolah.

Kontaminasi Silang

Apa kamu sudah tahu maksud dari kontaminasi silang, Dears?  Kontaminasi silang bisa diartikan perpindahan kontaminan, dalam hal ini bisa berupa bakteri, virus dan lainnya dari satu tempat ke tempat lain karena aktivitas tertentu. Nah, dalam hal ini, proses pencucian daging itulah yang menyebabkan kontaminasi silang dan mengakibatkan bakteri berpindah serta menempel pada tempat lain setelah pencucian.

Bakteri Bisa Berpindah saat Dicuci

Bakteri yang ada di sekitar kita sangat beragam jenisnya. Ada yang mudah berpindah dan ada yang menempel sangat kuat di dagingnya. Hal itulah yang berdampak saat proses pencucian. Jika di dalam daging mengandung bakteri yang mudah  berpindah, maka saat dicuci bakteri akan berpindah dari daging ke tempat lain. Nah, perpindahan bakteri itulah yang membahayakan dan menjadi sebab timbulnya penyakit.

Selain itu, akibat dari daging yang dicuci bisa mengakibatkan daging menjadi keras, terutama jika tidak segera diolah. Anggap saja seperti kulit manusia, setelah mandi atau berenang justru kulit menjadi kasar dan kelembabannya berkurang. Nah, seperti itulah kondisi daging yang dicuci sebelum pengolahannya. Oleh karena itu, solusinya cukup dengan direbus hingga mendidih untuk menghilangkan berbagai kotoran dan membunuh bakteri di dalam daging. Kemudian jika akan diolah, baru direbus kembali, atau diolah sesuai selera.

Penyimpanan Daging dalam Jumlah Banyak

Nah, untuk yang satu ini juga harus diperhatikan betul, Dears, mengenai proses penyimpanan daging dalam porsi besar. Daging kurban yang diterima biasanya cukup untuk konsumsi paling lama hingga tiga hari, namun berbeda halnya jika kita sendiri yang berkurban, pastinya mendapatkan jatah daging yang lebih banyak. Lalu, bagaimana cara benar penyimpanannya?

Simpanlah daging di dalam freezer untuk menstabilkan suhu daging agar tidak mudah busuk. Selain itu sebaiknya saat penyimpanan, daging sudah dibagi dalam beberapa wadah. Tujuannya agar ketika kita mengambilnya hanya mengeluarkan sebagian daging yang akan digunakan saja. Pasalnya, jika daging yang telah disimpan di dalam freezer kemudian keluar masuk berulang kali akan memengaruhi kondisi daging dan mudah menjadi busuk akibat perubahan suhu saat daging dikeluarkan.

Meski daging bisa bertahan hingga beberapa bulan, namun jika bagian freezer sering dibuka tutup juga bisa memengaruhi kualitas daging. Oleh karenanya, harus diperhatikan betul dalam proses pengolahan daging yang akan dimasak. Jangan sampai karena ketidaktahuan kita menjadikan orang tersayang mengonsumsi makanan yang kurang sehat akibat kesalahan pengolahan daging.

 

*Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *