15 Amalan Bermanfaat Menuai Pahala yang Bisa Kamu Lakukan saat Haid

Perempuan yang beragama Islam pasti pernah merasakan kondisi di mana hati terasa hampa dan merasakan ada sesuatu yang “kurang” saat sedang haid.

Pada perempuan yang sedang haid, aktivitas salat dan puasa yang menenteramkan hati memang tidak bisa dilakukan, tetapi sesungguhnya banyak amalan lain yang bisa kita lakukan dan menuai pahala meskipun kita sedang haid. Apa sajakah amalan itu?

1. Membaca Alquran

Sebagian ulama mengatakan bahwa wanita haid juga tidak boleh membaca Alquran. Akan tetapi sebagian yang lain memperbolehkan. Membaca Alquran saat haid tujuannya bukan hanya sekadar membaca, melainkan mentadaburi bacaannya.

Bagi yang meyakini bahwa saat haid tidak boleh membaca Alquran, maka bisa menggantinya dengan membaca tafsirnya atau membaca terjemahannya saja. Akan tetapi, jika meyakini bahwa membaca Alquran adalah boleh saat haid, maka bisa dilakukan juga membaca artinya dan menghayatinya.

2. Membaca Buku-Buku Agama

Membaca buku akan menambah pengetahuan kita, apalagi membaca buku-buku agama yang pada saatnya akan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Saat haid, tentu tidak menghalangi kita untuk bisa terus mempelajari agama dan menghayati berbagai macam ilmu agama Islam. Hukum menuntut ilmu dalam Islam adalah wajib, karena Islam dan ilmu pengetahuan sangat berkaitan erat. Selain itu, membaca buku agama akan memberikan kesegaran rohani kita, Dears. Jika belum mampu membaca buku yang isinya “berat” dan tidak mudah dipahami, bacalah buku agama yang ringan terlebih dahulu. Saat ini banyak buku agama yang dikemas dalam nuansa ceria dan bahasa gaul tetapi tidak mengurangi esensi isi yang harus disampaikan.

3. Mengikuti Majelis Taklim/Majelis ilmu

Berkumpul dengan banyak orang dalam majelis ilmu akan sangat menyenangkan. Kamu bisa mendapatkan ilmu agama yang diharapkan, mengisi kekosongan hati, sekaligus bersilaturahmi dengan teman atau sahabat. Dalam majelis ilmu kita akan menerima ilmu agama, berdiskusi dan melaksanakan praktik yang terkait dengan ibadah kita. Hal-hal yang kadang menurut kita benar ternyata belum pas ketika dibahas dalam suatu forum. Bahkan, beberapa majelis memiliki guru tertentu yang terkait dengan ilmu khusus. Dalam majelis ilmu, jangan kaget ketika ternyata bacaan Al Fatihah yang biasa kita baca dalam salat ternyata belum pas pengucapannya. Atau, jangan berkelit ketika suatu saat kita harus belajar mengurus jenazah sekaligus praktiknya.

4. Berzikir

Berzikir juga membantu kita untuk terus dalam semangat Islam. Walaupun tidak boleh melaksanakan salat, tetapi zikir dan mengingat Allah sebanyak-banyaknya tentu tidak dilarang. Karena berzikir adalah hal yang Allah perintahkan setiap saat dan dilakukan kapan pun. Zikir bisa dilakukan saat aktivitas apa pun, sebelum tidur, bangun tidur, bahkan saat waktu luang kita melakukan zikir mengingat Allah dengan bacaan yang sederhana. Substansi zikir adalah mengingat Allah dan mengagungkan Allah. Saat kita melihat pemandangan indah sekalipun, kita bisa mengingat Allah dan merasakan kebesaran-Nya. Dengan berzikir hati kita akan menjadi tenang dan damai.

5. Bersedekah

Bersedekah adalah amalan yang baik dan memberikan manfaat banyak pada orang lain. Dengan sedekah tentu juga bisa mengurangi beban dan penderitaan orang lain. Tentu saja, kebahagiaan akan muncul dari kita yang suka bersedekah dan berbagi kebaikan. Sedekah dihadapan Allah tidak dinilai dari seberapa besar/kecilnya, tapi dari pengorbanan dan keikhlasan kita. Yang baik adalah yang memberikan sesuai dengan kemampuan dan hartanya. Membiasakan diri untuk bersedekah memang tidak mudah, namun harus dilatih setiap hari. Meskipun pada kenyataannya kita kehilangan sesuatu saat bersedekah, esensinya kita sedang menabung dan berinvestasi untuk akhirat. Mulailah dengan nominal yang kecil dan setelah terbiasa tingkatkan nilainya, sehingga sedekah menjadi sebuah kebutuhan bagi kita. Ingatlah bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, jadi selagi kita mampu, berusaha menjadi seseorang yang selalu memberi kepada orang lain pasti lebih menyenangkan.

6. Menghindari Gibah

Perempuan seringkali identik dengan rumpi dan gibah. Seolah-olah gibah adalah aktivitas menyenangkan yang harus dilakukan setiap hari. Padahal, gibah itu sebuah dosa sehingga dihindari agar tidak terjadi kelalaian, karena keasyikan bergibah hingga lupa ibadah. Gibah adalah menceritakan apa yang terjadi benar-benar pada orang lain. Jika yang tidak benar-benar terjadi maka disebut fitnah. Nah, kalau yang benar-benar terjadi saja sebaiknya tidak dilakukan, apalagi yang tidak benar-benar terjadi ya, Dears. Jadi, kalau sedang berkumpul dengan teman dan sahabat, bicarakan hal yang baik saja, ya.

7. Bangun pada Dini Hari, Layaknya Kebiasaan Qiyamul Lail

Bangun pada 1/3 malam adalah sebuah kebiasaan baik, apalagi diikuti dengan qiyamul lail. Jika tidak sedang salat, zikir dan melakukan aktivitas yang baik tentu akan menuai pahala. Bagi perempuan yang biasa bangun untuk qiyamul lail akan memiliki alarm untuk bangun pada 1/3 malam terakhir. Kalau itu terjadi, jangan menarik selimut untuk tidur lagi ya, Dears. Bangunkan anggota keluarga yang lain untuk salat malam dan lakukan aktivitas terbaik seperti memanjatkan doa, membaca buku, mempersiapkan kebutuhan rumah tangga dan sebagainya.

8. Senantiasa Menjawab Azan dan Memanjatkan Doa usai Azan dan sebelum Ikamah

Meskipun sedang haid, seorang wanita tetap dapat memanjatkan doa meminta ampun kepada Allah SWT dalam waktu-waktu mustajab. Jadi, pergunakan waktu mustajab sebagai momen untuk berdoa, seperti saat di antara azan dan ikamah. Meski kita di rumah, azan dan ikamah pasti terdengar. Saat itu panjatkan doa ya!

“Tidak akan ditolak doa antara azan dan iqamah.” (HR. Abu Dawaud dan At-Tirmidi)

9. Melatih Kebersihan Hati dan Menjaga Akhlak Baik

Selama haid, setiap wanita harus tetap menjaga kebersihan hati dan berakhlak baik. Meskipun perempuan haid rentan terhadap PMS (Pre Mentruation Syndrom), berusahalah untuk menata hati. Tetaplah dalam kesabaran, meski kondisi lahir dan batin tidak begitu bersahabat. Jangan sampai terjadi gangguan hormonal menjadi penyebab rusaknya akidah dan silaturahmi.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Bertakwalah di mana pun kalian berada dan berbuatlah kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapus keburukan; perlakukanlah orang-orang dengan akhlak baik.” (HR. Ahmad).

10. Mengajar TPA

Mendidik anak-anak yang masih kecil untuk belajar mengaji, menghafal Alquran, mengisi permainan-permainan Islami, lomba cerdas cermat Quran, mengajari adab-adab makan, adab-adab puasa, adab-adab belajar, akhlakul karimah, serta berbagai pengetahuan keislaman pasti sangat bermanfaat. Kegiatan ini sangat besar pahalanya karena satu ilmu yang kita ajarkan, jika diamalkan orang lain maka kita mendapat pahalanya juga sebagaimana dia yang beramal. Menyenangkan bukan? Jadi tidak ada alasan merasa tidak berguna saat haid ya, Dears

11. Menulis

Menulis adalah kegiatan yang melegakan jiwa, karena dengan menulis segala pemikiran dan perasaan kita bisa tercurahkan. Menulis termasuk amalan yang besar efeknya, pahalanya, serta dampaknya, jika kita bertujuan untuk berbagi ilmu. Kita dapat memanfaatkan media sosial yang kita miliki untuk tujuan berbagi ilmu, Dears, apakah tips kesehatan, ilmu agama, atau menulis (mengetik) kembali hasil pengajian yang telah kita ikuti. Dengan begitu, orang lain bisa mengambil manfaat dari tulisan kita. Menulis bisa menjadi ladang pahala, karena secara tidak langsung kita sudah mengajarkan ilmu kepada orang lain.

12. Menghafal Alquran dan Hadis

Untuk mengisi waktu saat haid, kita juga bisa menghafalkan Alquran dan hadis. Menghafal Alquran dan hadis adalah bukti kecintaan kita kepada Allah SWT, Rasulullah Saw dan tanda kecintaan manusia kepada ilmu. Bagi perempuan dewasa memang tidak mudah meluangkan waktu untuk menghafal, apalagi dengan kondisi pikiran yang sudah terkontaminasi banyak hal. Namun, bukan tidak mungkin menjadi penghafal Alquran dan hadis di masa dewasa karena semuanya tergantung pada niat masing-masing. Bagi seorang ibu, menghafal Alquran dan hadis bahkan bisa dilakukan bersama anak-anak yang masih memiliki pikiran fresh, sehingga kita lebih termotivasi untuk tidak kalah dengan anak-anak.

13. Silaturahmi

Silaturahmi yaitu menjalin ikatan kasih sayang, ikatan persaudaraan, dan kunjung mengunjungi.

Rasulullah Saw bersabda,

“Barang siapa yang mengunjungi saudaranya semata-mata kecintaannya kepada Allah (karena Allah), maka Allah akan mencintainya sebagaimana ia mencintai saudaranya tersebut…” (Al-Hadis).

Manfaat silaturahmi sangatlah banyak, di antaranya kita akan dimasukkan ke surga seperti dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, akan di lapangkan rezekinya, dan dicintai Allah. Saat haid, kita tetap dapat berkunjung ke saudara, tetangga, atau teman yang jarang kita kunjungi. Jangan jadikan haid sebagai penghalang melakukan perjalanan ya, Dears, yang penting suami rida dan ada teman perjalanan terpercaya bersama kita.

14. Birrul Walidain

Suatu amalan yang tak kalah hebatnya adalah berbakti kepada kedua orang tua.  Berbakti bisa dengan menyenangkan keduanya, tidak menyakitinya, bertutur kata yang lembut dan halus, memberi perhatian yang lebih, serta menghibur dan merawat mereka. Jika orang tua jauh, tetaplah menghubunginya melalui telepon atau komunikasi lainnya. Saat ini banyak orang tua yang juga aktif di media sosial, jadi jangan lupa untuk say hello dengan orang tua ya, Dears. Jika memungkinkan, lakukan perjalanan untuk mengunjunginya secara berkala.

Rasulullah Saw pernah bersabda ketika ditanya oleh seorang sahabat,

“Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah? Lalu Rasulullah menjawab, “Salat tepat pada waktunya”. Lalu orang itu bertanya kembali, “Lalu apalagi?” maka Rasulullah menjawab, “Berbakti kepada orang tua”. Lalu orang itu bertanya lagi, “Lalu apalagi?” Maka Rasulullah menjawab, “Jihad di jalan Allah”. (HR Bukhari).

Jika kita perhatikan hadis tersebut, Rasulullah meletakkan amal bakti kepada orang tua berada di peringkat kedua setelah berbakti kepada Allah dengan salat pada waktunya.

15. Memperbanyak Kegiatan Sosial

Amalan wanita haid lainnya adalah berkegiatan sosial. Seringkali kita memfokuskan amalan ibadah yang sifatnya ritual belaka, padahal melakukan kegiatan sosial juga bisa meningkatkan pahala dan mendapatkan keberkahan. Bagi wanita haid, contoh-contoh kegiatan sosial seperti mengajar anak-anak kurang mampu, memberikan santunan kepada anak-anak yatim, bersih-bersih lingkungan, dan kegiatan yang sifatnya sosial lainnya. Jika di lingkungan ada pertemuan rutin yang harus diikuti, usahakan untuk datang ya, Dears. Sekali-sekali kunjungilah panti asuhan atau panti jompo terdekat, tawarkan bantuan yang dibutuhkan meskipun kita hanya dapat membantu tenaga dan pikiran.

Nah, ternyata banyak kegiatan yang bisa kita lakukan meskipun sedang haid ya, Dears. Kalau kamu melakukan salah satu atau semua kegiatan itu, pikiran dan jiwa kita tidak akan kosong meskipun kita sedang tidak salat dan puasa.. Selamat menikmati masa haid dengan hal-hal bermanfaat yang menuai pahala, Dears….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *