1000 hari pertama

1000 Hari Pertama Perkembangan Bayi yang Perlu Diketahui

Seorang bayi terlahir dengan kondisi fisik yang utuh, merupakan harapan bagi semua insan. Harapan-harapan itu dapat terwujud dengan adanya usaha dan doa. Sebagai seorang muslim, ada literatur yang mengatakan bahwa penting memantau kondisi bayi pada waktu seribu hari pertama. Mengapa demikian? Seribu hari pertama, bayi yang masih dalam bentuk janin mengalami perkembangan pembentukan organ-organ penting seperti jantung, otak, dan ginjal. Nutrisi yang diberikan pada saat anak di dalam kandungan berpengaruh hingga dewasa.

Menurut periodesasi, perkembangan janin di saat 270 hari, tenaga medis memantau dan memastikan nutrisi bagi si kecil yang ada di dalam rahim tercukupi. Oleh karena itu, setelah tenaga medis memeriksa perkembangan janin dengan meraba perut ibu hamil, selalu memberikan arahan makanan apa yang baik untuk dikonsumsi, dan memberikan nutrisi berupa obat yang dibutuhkan sesuai keluhan. Ayo bumil, jangan malas untuk datang ke tenaga medis yang bertugas memegang buku pink-mu, agar si Janin tetap sehat, minimal 4 kali selama masa kehamilan.

Tugas Ibu Untuk Memberikan Asupan Gizi Melalui Asi (periode 0-6 bulan)

Perkembangan bayi yang perlu diketahui adalah 1000 hari pertama, ketika si janin mulai melekat di rahim hingga usia 2 tahun. Dengan bumil bertandang ke rumah petugas medis paling tidak 4 kali, si Bumil akan mendapatkan kesempatan melihat perkembangan yang begitu pesatnya. Di mana si janin yang sedang menendang-nendang perut ini sedang dalam kondisi sehat, ataupun ketika jarang aktif, si Bumil akan pulang dengan perasaan lega.

Setelah janin resmi keluar dan menjadi bayi yang sehat tanpa kekurangan suatu apapun, tugas wanita yang kini menjadi sosok ibu belum berakhir. Dulu waktu hamil, seorang ibu harus makan yang banyak dengan nutrisi yang baik. Kini ibu harus makan yang banyak dengan nutrisi yang lebih banyak lagi. Karena di masa anak lahir, hingga 2 tahun, tugas ibu adalah memberikan nutrisi untuk masa tumbuh-kembang anak.

Ibu yang menyusui dengan asi ekslkulif lebih berat tugasnya, namun si Kecil akan lebih mendapatkan nutrisi yang banyak. Pasalnya, ASI (air susu ibu) adalah nutrisi terbaik bagi si Kecil ketimbang susu formula. Maka ada istilah ASI eksklusif, seorang bayi yang mendapat asupan penuh susu ibu hingga berumur 2 tahun. Tapi ada syaratnya, sang ibu harus makan yang banyak dan bernutrisi yang tinggi, agar nantinya si bayi mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

Agar ASI dapat melimpah, seorang ibu perlu mengonsumsi makanan yang mudah melancarkan ASI, seperti kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan herbal yang dapat memancing ASI keluar. Dengan cara sibuk mengonsumsi makanan  pelancar ASI, si anak akan mendapatkan gizi tanpa ibu mengeluh kekurangan ASI-nya. Mengapa harus demikian? Banyak ibu baru melahirkan mengeluhkan ASI-nya tidak keluar. Untuk waktu dekat, tidak perlu risau, selama air kolostrumnya (air susu pertama berupa cairan kuning) masih keluar, ada potensi ASI dapat keluar.

Mungkin problem pertama tentang ASI yang keluar kurang sudah teratasi dengan makanan pelancar ASI, ternyata ibu juga harus terus memantau perkembangan bayi, konsumsi makanan yang salah, ASI pun akan berdampak buruk bagi bayi. Seperti makan makanan yang mengakibatkan rasa gatal pada si anak. Di antaranya ayam, telur, udang dan makanan laut yang lain. Dalam waktu dekat, ketika si kecil baru lahir, ada banyak pantangan, untuk itu datang dan tanyakan kepada petugas medis.

Ibu Bertugas Memantau MPASI (Periode 6 Bulan – 2 Tahun)

MPASI adalah beberapa makanan yang diberikan kepada anak untuk mendampingi ASI sebagai makanan inti. Si kecil kini telah semakin tumbuh dan banyak mengalami perkembangan baik dalam segi fisik maupun tingkah-lakunya. Dengan ibu memantau makanan pendamping asi yang baik, si kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal. ASI saja kini sudah tidak cukup, seiring perkembangan si anak, ASI telah lebih sedikit berproduksi. Makanan pendamping dapat membantu perkembangan otak yang sedang tumbuh dengan pesatnya.

Di masa anak menginjak usia dua tahun, otak adalah organ yang memiliki daya kembang cepat. Syaraf-syarafnya akan terbentuk, dan di masa itulah MPASI sangat dibutuhkan, dengan diberikannya gizi yang memadai atau bahkan lebih, maka perkembangan otak akan lebih baik. Orang-orang zaman dulu sering memberikan makanan berupa ikan, agar anak mereka menjadi cerdas. Itu juga diterapkan di masa kini, banyak susu formula yang nutrisinya adalah berasal dari ikan.

Dengan demikian, perkembangan seorang bayi yang terpenting adalah 1000 hari sejak ia di dalam kandungan. Untuk itu, mari kita dapat memberikan asupan gizi yang terbaik saat ia berusia 1000 hari agar si anak dapat tumbuh dengan sehat dan cerdas.

 

*Artikel merupakan kiriman kontributor. Semua isi artikel merupakan tanggung jawab penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *