mandi wajib bagi muslimah

Begini Seharusnya Tata Cara Mandi Wajib Bagi Muslimah, Pahami Yuk, Dears!

mandi wajib
Foto: Pexels.com

Mandi wajib atau mandi junub adalah mandi wajib yang harus dilakukan oleh setiap Muslim, baik itu laki-laki maupun perempuan. Tujuannya adalah untuk membersihkan diri dari hadas besar agar bisa kembali melakukan kewajiban sebagaimana biasanya.

Untuk seorang muslimah, Haid adalah najis dan merupakan penghalang untuk melakukan ibadah, seperti shalat dan puasa. Karenanya, wajib bagi setiap perempuan untuk bersuci dengan tata cara yang telah ditentukan oleh Islam, Dears.

Pada hakikatnya mandi adalah mengguyurkan air ke seluruh tubuh yang mengenai rambut dan kulit. Lantas apa saja sih yang wajib dipahami sebelum melakukan mandi wajib? Simak terus ya, Dears! 

Dalam hadits dari Umar bin Khattab, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu juga yang membedakan mandi biasa dengan mandi junub, maka yang membedakan adalah niatnya, Dears. 

Niat Mandi Junub

Niat cukup diucapkan dalam hati. Saat berniat, kamu bisa melafadzkan niat seperti;

“Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aalaa”

Yang berarti, “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.”

Ada Dua Dalil yang Dijadikan Rujukan dari artikel Mandi Junub Ini, Yaitu Hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dan Hadits dari Maimunah

Hadits pertama:

Dari ‘Aisyah, isteri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, Rasulullah memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu Rasulullah memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menggosokkannya ke kulit kepala. Lalu menyiramkan air ke atas kepala dengan cidukan dari kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, dan Rasulullah mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits kedua:

Dari Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan, “Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya, dua kali – dua kali atau tiga kali. Kemudian dengan tangan kanannya Rasulullah menuangkan air pada telapak tangan kirinya. Lalu Rasulullah mencuci kemaluannya. Kemudian, Rasulullah menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian Rasulullah berkumur dan memasukkan air ke dalam hidungnya. Lalu Rasulullah membasuh wajah dan kedua tangannya. Kemudian Rasulullah membasuh kepalanya sebanyak tiga kali dan mengguyurkan air ke seluruh tubuhnya. Setelah itu, Rasulullah bergeser dari posisi semula kemudian mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Diambil dari Dua Hadits di Atas, Maka Tata Cara Mandi yang Disunnahkan Adalah Sebagai Berikut;

1. Mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum tangan dimasukkan ke dalam bejana atau sebelum mandi.

2. Membersihkan kemaluan dan kotoran dengan menggunakan tangan kiri.

3. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggosokkan tangan ke tanah atau mencucinya dengan menggunakan sabun.

4. Berwudhu dengan wudhu yang sempurna seperti saat kamu akan shalat.

5. Mengguyurkan air ke kepala sebanyak tiga kali sampai ke pangkal rambut.

6. Mencuci kepala bagian kanan, kemudian bisa kamu lanjutkan pada kepala bagian kiri.

7. Menyela-nyela rambut dengan jari-jari tangan.

8. Mengguyurkan air pada seluruh tubuh, dimulai dari sisi yang kanan setelah itu sisi kiri.

Lalu bagaimana jika memiliki rambut yang panjang dan lebat? Dalam hadits Ummu Salamah, “Saya berkata, wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang mengepang rambutku, apakah aku harus membuka kepangku saat mandi junub?”

Rasulullah bersabda, “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu mengguyur air pada kepalamu tiga kali, kemudian guyurlah yang lainnya dengan air, maka kamu telah suci.” (HR. Muslim).

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

“Jika salah seorang dari kami mengalami junub. Maka ia mengambil air dengan kedua tangannya dan disiramkan ke atas kepala, lalu mengambil air dengan tangannya dan disiramkan ke bagian tubuh sebelah kanan, lalu kembali mengambil air dengan tangannya yang lain dan menyiramkannya ke bagian tubuh sebelah kiri.” (HR. Bukhari)

Sementara untuk mandi karena haid dan nifas, tata caranya sama dengan mandi junub yang disebutkan di atas namun ditambahkan dengan beberapa hal berikut ini, ya, Dears;

Pada saat membersihkan tangan sebelum mandi, maka cucilah tangan menggunakan sabun atau pembersih lainnya beserta air.

Hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

“Asma’ bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mandi wanita yang telah melewati masa haid. Maka Nabi bersabda, “Salah seorang dari kalian hendaklah mengambil air dan daun bidara, lalu engkau bersuci. Lalu membaguskan bersucinya, kemudian hendaklah menyiramkan air pada kepalanya, lalu menggosok-gosoknya dengan keras hingga mencapai akar rambut kepalanya. Kemudian hendaklah engkau menyiramkan air pada kepalanya tadi. Lalu ambillah kapas bermisik, lalu bersuci dengannya.

Kemudian Asma’ berkata, “Bagaimana dia dikatakan suci dengannya?”

Rasulullah bersabda, “Subhanallah, bersucilah kamu dengannya.”

Lalu Aisyah berkata (seakan-akan, ia menutupi hal tersebut), “Kamu sapu bekas-bekas darah haid yang ada (dengan kapas tadi)”.

Dan dia bertanya kepada beliau tentang mandi junub, maka Rasulullah bersabda, “Hendaklah kamu mengambil air lalu bersuci dengan sebaik-baiknya bersuci, atau bersungguh-sungguh dalam bersuci kemudian kamu siramkan air di kepala, lalu memijatnya hingga mencapai dasar kepalanya, kemudian mencurahkan air padanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lain halnya dengan mandi junub, ya, Dears. Mandi setelah haid harus melepaskan kepangan atau ikatan rambut hingga air bisa sampai ke pangkal rambut. Ketika mandi sesuai masa haid, disunnahkan untuk  membawa kapas atau potongan kain untuk mengusap tempat keluarnya darah untuk menghilangkan sisa-sisanya. Selain itu, disunnahkan pula mengoleskan minyak misk atau parfum pada kemaluan setelah mandi yang tujuan untuk menghilangkan bau yang tidak sedap karena darah haid. 

Nah, itu dia tata cara mandi wajib atau junub juga mandi setelah haid atau nifas. Semoga memberikan pencerahan ya, Dears.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *